Kamis, 17 Maret 2016

PENDUDUK LANSIA INDONESIA: BONUS DEMOGRAFI KEDUA?

Filled under:

PENDUDUK LANSIA INDONESIA: BONUS DEMOGRAFI KEDUA?
Penyusun Artikel:
Ragil Waseza. 2016. Penduduk Lansia Indonesia: Bonus Demografi Kedua?. Artikel Kependudukan, Nominasi Lomba Blog Kependudukan Tahun 2013 dari Provinsi Jawa Tengah.
(Gambar ilustrasi lansia, sumber: google.com/health.liputan6.com//)
Oleh banyak pihak, Indonesia disebut sedang menikmati bonus demografi ketika jumlah penduduk dengan usia produktif sangat besar. Sementara penduduk usia mudanya semakin mengecil dan penduduk usia lanjutnya (lansia) belum membesar. Pemerintah sendiri mengklaim bonus demografi ini sudah dinikmati sejak 2012, dimana rasio ketergantungan penduduk di bawah 50% per 100 penduduk usia produktif. Dengan kekuatan tenaga kerja produktifnya, kedepannya bangsa Indonesia diharapkan mampu menguasai ekonomi dunia. Puncak bonus demografi yang dinikmati Indonesia, diperkirakan terjadi tahun 2028-2031. Setelah itu, jumlah penduduk lansianya akan membesar (Haryanto. 2015:1).
Penduduk lanjut usia merupakan satu komposisi penduduk yang perlu segera mendapat perhatian, karena secara demografis pertumbuhan penduduk lanjut usia diperkirakan semakin meningkat dari tahun ke tahun dikarenakan keberhasilan program keluarga berencana serta peningkatan di bidang kesehatan masyarakat terutama kesehatan bayi dan ibu melahirkan. Persoalan yang saat ini sangat aktual di Indonesia adalah meningkatnya jumlah dan proporsi penduduk lanjut usia dikarenakan harapan hidup pada waktu lahir penduduk Indonesia semakin meningkat, tentu hal ini merupakan tantangan cukup berat bagi pemerintah dan masyarakat.
Saat ini jumlah lanjut usia (lansia) di Indonesia menduduki peringkat ketiga terbanyak di dunia. Lansia adalah penduduk yang berusia di atas 60 tahun. Diprediksi seiring peningkatan tingkat kesejahteraan, Indonesia akan menjadi jawara dalam hal jumlah lansia tahun 2025 mendatang, yakni berjumlah 36 juta jiwa. Mengutip pernyataan Arya G. R. dari Persatuan Gerontologi Medik Indonesia, berdasarkan sensus penduduk 2010 jumlah lanjut usia 18,1 juta jiwa atau 7,6 persen penduduk. Tahun 2014 lalu, jumlah lansia mencapai 18,78 juta orang lebih.
Dikutip dari :

Pengertian lansia adalah periode dimana organisme telah mencapai kemasakan dalam ukuran dan fungsi dan juga telah menunjukkan kemunduran sejalan dengan waktu. Ada beberapa pendapat mengenai “usia kemunduran” yaitu ada yang menetapkan 60 tahun, 65 tahun dan 70 tahun. Badan kesehatan dunia (WHO) menetapkan 65 tahun sebagai usia yang menunjukkan proses menua yang berlangsung secara nyata dan seseorang telah disebut lanjut usia.

Menurut Haryanto (2015:1) : Jumlah penduduk lansia yang membesar ternyata berpotensi memberikan banyak benefit jika tangguh, sehat dan tetap produktif. Penduduk lansia tersebut bahkan diprediksi menjadi bonus demografi kedua bagi Indonesia. Namun demikian, menjadikan penduduk lansia tetap sehat, tangguh dan produktif tentu membutuhkan banyak persiapan serta dukungan dari semua pihak. Persoalan kualitas gizi, sanitasi sertadukungan lingkungan yang sehat kemudian menjadi beberapa hal prioritas yang wajib diwujudkan, samahalnya dengan penyiapan kualitas penduduk usia produktif.
Sebagai wujud kepedulian dan penghargaan bagi warga negara yang sudah lansia Presiden Soeharto mencanangkan Hari Lansia Nasional di Semarang pada tanggal 29 Mei 1996 sebagai bentuk penghormatan kepada Dr. KRT Radjiman Wedyodiningrat, yang lahir pada tahun 1879. Bagaimana efek peringatan Hari Lansia terhadap kehidupan sehari-hari? Perlahan tapi pasti, masyarakat kota ‘kembali’ dimotivasi oleh kepedulian terhadap para lansia. Hal ini dapat dilihat dari mulai tersedianya tempat khusus untuk para lansia, ibu hamil dan penyandang disabilitas di tempat-tempat umum seperti halte bus. Peringatan hari Lansia memiliki tujuan untuk mengingatkan kepada masyarakat luas tentang pentingnya memuliakan lansia serta bahwa lansia bukan menjadi beban keluarga, namun mereka adalah bagian keluarga yang memiliki hak untuk menikmati kebahagiaan, terjaga kesehatannya, dan masih tetap bisa produktif sesuai dengan kemampuan fisiknya.
Lansia banyak menghadapi berbagai masalah kesehatan yang perlu penanganan segera dan terintegrasi. Masalah kesehatan mental pada lansia dapat berasal dari 4 aspek yaitu fisik, psikologik, sosial dan ekonomi. Masalah tersebut dapat berupa emosi labil, mudah tersinggung, gampang merasa dilecehkan, kecewa, tidak bahagia, perasaan kehilangan, dan tidak berguna. Lansia dengan problem tersebut menjadi rentan mengalami gangguan psikiatrik seperti depresi, ansietas (kecemasan), psikosis (kegilaan) atau kecanduan obat. Pada umumnya masalah kesehatan mental lansia adalah masalah penyesuaian. Penyesuaian tersebut karena adanya perubahan dari keadaan sebelumnya (fisik masih kuat, bekerja dan berpenghasilan) menjadi kemunduran.

Lansia juga identik dengan menurunnya daya tahan tubuh dan mengalami berbagai macam penyakit. Lansia akan memerlukan obat yang jumlah atau macamnya tergantung dari penyakit yang diderita. Semakin banyak penyakit pada lansia, semakin banyak jenis obat yang diperlukan. Banyaknya jenis obat akan menimbulkan masalah antara lain kemungkinan memerlukan ketaatan atau menimbulkan kebingungan dalam menggunakan atau cara minum obat. Disamping itu dapat meningkatkan resiko efek samping obat atau interaksi obat.
Berikut adalah hal-hal yang sering dialami oleh penduduk lanjut usia, diantaranya :
1.    Berhubungan dengan kesehatan lansia ( fisik) :
Orang yang telah lanjut usia identik dengan menurunnya daya tahan tubuh dan mengalami berbagai macam penyakit. Lansia akan memerlukan obat yang jumlah atau macamnya tergantung dari penyakit yang diderita. Pemberian nutrisi yang baik dan cukup sangat diperlukan lansia, misalnya pemberian asupan gizi yang cukup serta mengandung serat dalam jumlah yang besar yang bersumber pada buah dan sayur yang dikonsumsi dengan jumlah bertahap. Misalnya, minum air putih 1.5 – 2 liter secara teratur, olah raga teratur dan sesuai dengan kapasitas kemampuanya, istirahat dan tidur yang cukup, minum suplemen gizi yang diperlukan, memeriksa kesehatan secara teratur.

2.    Berhubungan dengan masalah intelektual
Sulit untuk mengingat atau pikun dapat diatasi pada saat muda dengan hidup sehat, yaitu dengan cara :
a.  Jadikan olahraga sebagai kebutuhan dan rutinitas harian.
b.  Hendaknya membiasakan diri dengan tidur yang cukup.
c.   Berhati-hatilah dengan Suplemen penambah daya ingat.
d.  Kendalikan rasa stress yang menyelimuti pikiran.
e.  Segera obati depresi yang dialami.
f.    Hendaknya selalu mengawasi obat-obatan yang dikonsumsi.
g.  Cobalah dengan melakukan permainan yang berhubungan dengan daya ingat.
h.  Jangan pernah berhenti untuk terus belajar dan mengasah kemampuan otak
i.    Hendaknya berusaha meningkatkan konsentrasi dan memfokuskan pikiran.
j.    Tumbuhkan rasa optimis dalam diri.
3.    Berhubungan dengan Emosi :
a.    Hindari stres, hidup yang penuh tekanan akan merusak kesehatan, merusak tubuh dan wajahpun menjadi nampak semakin tua. Stres juga dapat menyebabkan atau memicu berbagai penyakit seperti stroke, asma, darah tinggi, penyakit jantung dan lain-lain.
b.    Tersenyum dan tertawa sangat baik dilakukan, karena akan memperbaiki mental dan fisik secara alami. Penampilan kita juga akan tampak lebih menarik dan lebih disukai orang lain. Tertawa membantu memandang hidup dengan positif dan juga terbukti memiliki kemampuan untuk menyembuhkan. Tertawa juga ampuh untuk mengendalikan emosi kita yang tinggi dan juga untuk melemaskan otak kita dari kelelahan.
c.    Rekreasi untuk menghilangkan kelelahan setelah beraktivitas selama seminggu maka dilakukanlah rekreasi. Rekreasi tidak harus mahal, dapat disesuaikan denga kondisi serta kemampuan.
d.    Hubungan antar sesama yang sehat, pertahankan hubungan yang baik dengan keluarga dan teman-teman, karena hidup sehat bukan hanya sehat jasmani dan rohani tetapi juga harus sehat sosial. Dengan adanya hubungan yang baik dengan keluarga dan teman-teman dapat membuat hidup lebih berarti yang selanjutnya akan mendorong seseorang untuk menjaga, mempertahankan dan meningkatkan kesehatannya karena ingin lebih lama menikmati kebersamaan dengan orang-orang yang dicintai dan disayangi.
4.    Berhubungan dengan Spiritual
a.    Lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan menyerahkan diri kita sepenuhnya kepadaNya. Hal ini akan menyebabkan jiwa dan pikiran menjadi tenang.
b.    Intropeksi terhadap hal-hal yang telah kita lakukan, serta lebih banyak beribadah
c.    Belajar secara rutin dengan cara membaca kitab suci secara teratur.
Dikutip dari :

Dengan berbagai solusi di atas, hal penting yang dapat disimpulkan adalah bagaimana menjadikan penduduk usia lanjut menjadi sehat. Sehatnya penduduk usia lanjut bukan tidak mungkin menjadikan mereka sebagai penduduk yang dianggap usia non produktif tetapi masih aktif dan produktif.
Masyarakat khususnya keluarga yang memiliki anggota keluarga lanjut usia (lansia), hendaknya memberikan ruang berkarya bagi para lanjut usia. Mereka idealnya harus tetap produktif. Gaya hidup aktif dan produktif akan mengurangi risiko terserang berbagai penyakit di usia tua. Potensi lansia itu juga diharapkan dapat terwadahi dalam kelembagaan masyarakat sehingga mereka dapat beraktivitas, berinovasi dan kreatif untuk meningkatkan kesejahteraannya sendiri. Peningkatan kesejahteraan lansia secara mandiri inilah yang merupakan bonus demografi kedua.

Sumber Bacaan dan Referensi:

____. 2012. Permasalahan Lanjut Usia (Lansia).http://www.rajawana.com/artikel/kesehatan/326-permasalahan-lanjut-usia-lansia.html. Diakses pada Rabu, 9 Maret 2016 pukul 21.22 WIB.

Dewi, Yulia Kusuma. 2012. Makalah Perkembangan Lansia. https://yuliakusumadewi.wordpress.com/2012/03/12/makalah-perkembangan-lansia/. Diakses pada Rabu, 9 Maret 2016 pukul 19.01 WIB.

Haryanto, Joko Tri. 2015. Penduduk Lansia dan Bonus Demografi Kedua. Pegawai Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan RI.

Sutriyanto, Eko. 2015.  Tahun 2025 Indonesia Diprediksi Memiliki Jumlah Lansia Terbesar di Dunia.http://www.tribunnews.com/kesehatan/2015/05/27/tahun-2025-indonesia-diprediksi-memiliki-jumlah-lansia-terbesar-di-dunia. Diakses pada Rabu, 9 Maret 2016 pukul 21.10 WIB.



0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.